Minggu, 26 Februari 2012

Menulis

Bismillahirohmanirohim
Meski hanya lima paragraf, lima baris, lima kalimat, lima kata bahkan lima huruf insya Allah atas izin-Mu saya akan tetap betusaha menulis, meskipun tulisan saya hanya sampah semata akan tetapi saya harap kedepannya tulisan saya ini menjadi berkah untuk semua orang. amin.

Saya :)

"Apakah iman anda sedang turun ?"
Penah seorang ustadzah di pesantren saya bertanya seperti itu kepada santri-santri akhwatnya termasuk saya. Ternyata pertanya tersebut sampai sekarang ini masih membelenggu di hati saya. Entah kenapa rasanya sulit sekali untuk istiqomah. Hari ini begini, esok begitu, kemarin lain lagi dan selalu naik turun (kadar ketakwaan terhadap-Nya). Lemah rasanya, betapa saya sangat kecil di hadapan-Nya.

Rabu, 22 Februari 2012

Simpul Kenanga #4

Selalu merindukanmu
Pudar pudar pesona
Tertinggal semua terjadi
Sebuah kenangan merindu
Saling berpandang pesona
Hapuskan binti-bintik hati ini
Betapa berusaha dan berusaha
Ada yang hilang semua perasaan
Aku kehilangan
Dilema-lema hati
Kemudian berusaha mengelak
Hentak hati jantung usus jiwa
Terimakasih kenanga

Sekolah ? Pasar ?

Sekolah atau pasar ?
itulah pertanyaan pertama yang terlintas di pikiran aku dan jawaban yang adapun pasar. boleh di bilang emang bener-bener pasar soalnya semua kelas di alih tempatkan out-door gitu dan lebih bisa di bilang pasarnya lagi bahwa semua kelas pada gelar stand-stand gitu :D
Semua ini gara-gara ada acara ASC di sekolah, jadi kita-kita semua pada belajar dagang atau nyari duit gitu.
Jelas pasar dadakan deh, mulai dari berangkat sekolahpun jamnya suka-suka gitu.

Simpul Kenanga #2

Kasakusuk hati gundah
Gelisah meraung hati dalam
Tanda kenapa tak ada
Tanda bagaimana tak muncul
Gini beginilah
Hancur ah ah jiwa
Oh no no tak
Diam sendiri tak ada
Cuap cuap hati hitam
Sampah bau hitam
Tumpahkan tinta batu
suuuuuuuunyi

Simpul Kenanga #3

Belum pasti
Belum ada
Belum kena
Belum pas
Belum dan belum
 Kenanga belum
 Kenanga --

Minggu, 12 Februari 2012

Satu Bulan atau Satu Tahun

Satu bulan atau satu tahun lagi yah bakalan ada kejutan. Emmhh tapi entahlah.
Aku tetep menunggu meski pada syariat agama ku ini semua ga penting tap tapi tapiiiiii... ini penting buat perasaanku.
melihat orang bersorak-sorak saat umur mereka berkurang (ulang tahun) nah aku -___- apa ada ? NGGA sama sekali. Sempet ber[ikir semua ini hanya lah waktu dan teman. tapi semuanya sama sama sama saja begini.
menghitung jari sekarang udah tambah dengan jari kaki tapi rasanya aku masih gelisan mengingatkan sudah sayangnya tak ada peduli.
Aku tahu dan sangat pahan dalam agama ku semua ini bisa di catat sebagai sesuatu yang berlebihan, tapi kembali lagi ke perasaan ku yang anjlok dan mudah syirik dengan kebahagiaan orang lain.
Satu saat aku berpikir apa aku sendiri yang memang terlalu tertutup buat mereka ? hah ? apa iyah ?
Atau mungkin syariat agama ?
apa faktor aneh lain yang aku pikirkan karena libur ?
Semua aku anggap tidak ...
sampai saat ini masih aku tunggu dan berharap perasaan ini membaik.
Sebulan atau setahun lagi :)